Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Cara Mengatasi Kipas Angin Macet dengan Mudah
Autosave BSI, Kerugian autodebet Bank Syariah Indonesia
Menambahkan Widget Media Sosial di Blog
Review nabung Emas di Bank Syariah Indonesia, BSI
Cara mengenali penipuan di Tokopedia / Shopee

Cara Menghentikan Telemarketing Bank yang Mengganggu

 

Cara stop telemarketing

BOODS.ID - Dunia perbankan saat ini sudah semakin modern. Banyak perbankan yang berlomba-lomba untuk membuat nasabah merasa nyaman menggunakan layanan perbankan. Berbagai inovasi terus dikembangkan untuk membuat nasabahnya betah dalam urusan transaksi perbankan mereka.

Salah satu inovasi perbankan yang bisa kita rasakan manfaatnya yaitu dalam bidang teknologi. Banyak sekali inovasi berbasis teknologi yang mengubah dunia perbankan, misalnya, mobile banking yang terus diperbarui fitur-fitur setiap saat, tujuannya agar semakin memudahkan nasabah.

Dahulu, jika kita ingin melakukan transaksi perbankan, seperti transfer, bayar cicilan, buka tabungan dan lain sebagainya, kita harus datang langsung ke kantor bank atau gerai Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Saat ini hanya dengan aplikasi di perangkat selular, kita sudah bisa melakukan segala macam transaksi seperti transfer, bayar cicilan, beli pulsa, bahkan buka tabungan deposito sekarang bisa melalui aplikasi mobile banking.

Namun diantara kecanggihan teknologi yang membuat nyaman nasabah, ada juga aktivitas perbankan yang justru meresahkan atau mengganggu nasabah, yaitu marketing, tepatnya telemarketing. Pernahkan kamu di hubungi telemarketing hingga puluhan kali? Begini cara menghentikan telemarketing yang menjengkelkan itu. Ikuti tips menghentikan telemarketing berikut ini sampai akhir.

Apa itu Marketing?

Sebagian dari kita pasti ada yang belum paham marketing itu apa, maka dari itu, sebelum mengatahui cara berhenti langganan telemarketing, kita harus tahu istilah marketing itu sendiri. 

Marketing berasal dari kata market yang berarti pasar. Sedangkan marketing sendiri merupakan proses pengenalan produk kepada pasar; proses penawaran produk atau jasa kepada pasar yang dituju (target pasar / masyarakat).

Marketing tidak bisa lepas dari dunia usaha, termasuk perbankan, pasalnya perbankan merupakan usaha di bidang jasa yang mana aktivitas usahanya tergantung pada pengguna jasa / nasabah. Semakin banyak pengguna jasa maka semakin banyak keuntungan yang didapatkan oleh bank. Pendapatan jasa tersebut tergantung dari divisi marketing / sales dalam menerapkan strategi marketingnya.


Apa itu Telemarketing?

Telemarketing atau bisa juga disebut Telesales adalah salah satu daripada strategi marketing yang dilakukan oleh perusahaan untuk menawarkan produk dan jasa melalui sambungan telepon. Tugas utama telemarketing adalah menawarkan produk atau jasa melalui saluran telepon untuk mendapatkan nasabah atau pelanggan. Sebagai gambaran, jika kamu bekerja sebagai telemarketing bank, maka kamu akan dituntut untuk mendapatkan pelanggan atau nasabah sesuai target yang telah ditentukan perusahaan.

Target mendapatkan nasabah setiap bulannya merupakan jobdesk telemarketing, semakin banyak pelanggan/nasabah yang diperoleh seorang marketing maka bonus yang didapat semakin banyak. Begitu pula apabila kamu tidak mendapatkan nasabah satupun, bisa jadi kamu akan diberhentikan atau di pecat.

Melihat bahwa divisi marketing memiliki target yang harus ditunaikan, maka dari itu jangan heran apabila banyak telemarketing yang justru mengganggu kenyamanan nasabah tanpa pihak perbankan sadari. Mereka (telesales) akan menelponmu berkali-kali, bahkan dalam satu hari kamu bisa di telpon hingga 2-3 kali oleh telemarketing. 

Meskipun kamu sudah menolak tawaran berkali-kali sekalipun, kamu akan tetap di telepon oleh telesales yang lainnya dalam satu perusahaan di hari yang sama atau di hari berikutnya. Hal ini lah yang justru dapat membuat nasabah merasa tidak nyaman.


Lakukan Ini Jika Kamu Tidak Ingin di Telepon Lagi oleh Telemarketing

Terkadang beberapa telemarketer memang meresahkan, mungkin jika hanya beberapa kali saja dalam sebulan ditelpon tidak menjadi masalah. Intensitas di hubungi telemarketing yang hampir setiap hari tentu ini menjadi mengganggu aktivitas kita.

Telemarketing memang salah satu strategi pemasaran yang paling efisien, karena bisa dilakukan hanya dari kantor saja. Umumnya telemarketing yang dilakukan berkaitan dengan penawaran produk dan jasa, seperti asuransi, kartu kredit, deposito dan lain sebagainya.

Sebagai nasabah, kita berhak untuk menolak atau tidak menerima telepon dari telesales lagi. Lantas bagaimana caranya berhenti di hubungi telemarketing?

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghentikan Telemarketing/Telesales menghubungi berkali-kali. Berikut ini merupakan cara berhenti ditelpon oleh telemarketing.

Cara Unsubscribe Telesales yang menyebalkan.

Install aplikasi Pendeteksi Nama Pemanggil

Langkah yang paling mudah adalah mengunduh atau install aplikasi pendeteksi nama penelpon di hp kita. Beberapa aplikasi yang bisa memberitahu kita nama pemanggil tanpa kita harus simpan terlebih dulu nomor kontak penelpon, seperti Get Contact, Truecaller, dan aplikasi sejenisnya.

Aplikasi tersebut sangat berguna bagi kita yang ingin tahu siapa yang menelpon kita, jadi saat telemarketing menghubungi atau menelpon, kita bisa langsung tahu kalau itu dari telemarketing. Kita bisa memilih untuk tidak mengangkat telpon tersebut, mengabaikannya, reject, atau bisa juga memblokirnya langsung dari aplikasi.

Aplikasi tersebut juga dapat mengetahui identitas penipu jika nomor tersebut sudah diberi nama oleh pengguna lain. Jadi kita bisa mengetahui telpon penipuan lewat aplikasi tersebut sehingga kita dapat terhindar dari penipuan yang merugikan.

Block Nomor-nomor yang Sudah Terdeteksi.

Setelah kita mengetahui nomor-nomor penelpon tersebut, kita bisa memilih untuk memblokir nomor tersebut jika diperlukan. Ketika sudah terblokir, maka kita tidak akan bisa lagi ditelpon dengan nomor kontak tersebut.

Akan tetapi cara ini kurang efektif, karena umumnya dalam satu perusahaan pasti memiliki nomor telepon lebih dari satu untuk melakukan panggilan telemarketing. Jika kamu memblokir satu atau dua nomor, maka ratusan nomor lain di bank yang sama masih akan menghubungimu.

Berdasarkan pengalaman, memblokir beberapa nomor telemarketing tapi masih tetap dihubungi menggunakan nomor yang lain.

Menghubungi Customer Service Bank Terkait.

Jika sudah melakukan cara diatas tapi kamu masih saja dihubungi oleh telemarketing, maka langkah terakhir yang bisa dilakukan adalah menghubungi layanan pelanggan dari Bank atau Asuransi yang bersangkutan.

Kamu bisa melakukan komplain dengan meminta kepada pihak bank untuk menghapus nomor kamu dari daftar Telemarketing / Telesales tersebut.

Layanan pelanggan yang bisa dihubungi biasanya melalui telepon atau melalui email.

Untuk melakukan komplain atau keluhan melalui telepon, kamu bisa melakukannya langsung dengan menghubungi nomor / contact center yang tersedia.

Sebelum menghubungi, pastikan bahwa nomor yang kamu hubungi tersebut adalah nomor resmi milik bank, hati-hati nomor penipuan.

Jika kamu ingin menghubungi customer service dengan email, ikut langkah berikut ini.


Cara Menghubungi Customer Service dengan E-mail

Sekiranya telemarketing sudah mengganggu aktivitas kamu dan kamu ingin menghentikan telemarketing atau telesales menghubungi kamu tiap hari, lakukan cara menghubungi customer service melalui email berikut ini:

1. Tulis email baru di akun email kamu

2. Masukkan alamat e-mail penerima (email customer service). Pastikan alamat email yang kamu kirim adalah alamat email resmi.

2. Tulis judul / subjek e-mail, misalnya "Keluhan", "Komplain" dan lain sebagainya.

4. Tulis isi email tersebut dan ceritakan keluhan / kompalin kamu. Tulis keluhan dengan bahasa yang baik dan sopan.

5. Tekan kirim, dan tunggu balasan dari pihak perbankan.



Telemarketing CIMB Niaga Mengganggu

Bagi kamu nasabah CIMB Niaga, pernahkah kamu mengalami di "teror" oleh temarketing CIMB Niaga?

Nomor-nomor Telepon Telemarketing CIMB Niaga yang sering mengganggu.

021 30200407, 021 30200385, 021 30203370, 021 30203397, 021 30203373, 021 30200371, 021 30433658, 021 21500600, 021 30637582, 021 30637587, 021-30043888, 021 30637588, 021-30200748, dan masih banyak lagi nomor yang lainnya.


Berikut ini email komplain dan respon dari Bank CIMB Niaga, dengan alamat email CIMB Niaga : 14041@cimbniaga.co.id dan website www.cimbniaga.co.id


Selamat siang CIMB Niaga.

Sebelumnya saya mengucapkan terimaksih sudah memberikan layanan yang cukup baik dalam layanan keuangan. Sebagai nasabah CIMB Niaga, saya sangat terbantu dengan layanan terbaik CIMB Niaga dengan berbagia fasilitas layanan dan juga produk yang ditawarkan.

Pelayanan kepada nasabah adalah hal yang penting, namun akhir-akhir ini saya merasa tidak nyaman dengan adanya penawaran-penawaran yang dilakukan oleh tim dari CIMB Niaga. Saya memahami bahwa mungkin itu adalah tugas ataupun stategi marketing dari CIMB Niaga. Akan tetapi, saya pribadi Tidak Nyaman dengan adanya telemarketing yang hampir setiap hari menghubungi saya.

Sekiranya sudah menolak tawaran, alangkah lebih baik untuk tidak menawarkan kembali pada kemudian hari. Begitu juga dengan intensitas penawaran yang jangan terlalu sering dilakukan karena itu Sangat Menganggu.

Semoga keluhan nasabah dapat dipertimbangkan. Terimakasih!


Salam.


Balasan Email Pertama dari Bank.

Yth Bapak/Ibu ......(nama),


Terima kasih telah menjadikan CIMB Niaga sebagai mitra perbankan kepercayaan.

Email Bapak/Ibu telah kami terima pada tanggal 04-04-2023 dan terdaftar dengan nomor referensi: 0000MaJ25FGP3Wkh.

Petugas terpercaya kami akan segera menjawab email Bapak/Ibu.

Apabila Bapak/Ibu ingin memberikan tambahan informasi  kepada kami atau menanyakan status penanganan, silakan membalas (reply)* email ini dengan tidak merubah subject email atau dapat menghubungi Layanan CIMB Niaga 14041.

Demikian kami sampaikan dan terima kasih atas kerjasama Bapak/Ibu.


Hormat kami,

PT Bank CIMB Niaga Tbk


Balasan Email kedua dari Bank

Kepada yth

Bapak ..... (nama)  


Terima kasih telah menjadikan PT Bank CIMB Niaga sebagai mitra perbankan Bapak.

Sehubungan dengan laporan Bapak melalui layanan CIMB Niaga 14041, perihal tersebut sedang kami tindaklanjuti pada nomor laporan CBDNC040423002xxx mohon kesediaan Bapak menunggu prosesnya hingga 06 April 2023.


Hormat kami,

PT Bank CIMB Niaga Tbk


Balasan  Email ketiga dari Bank

Kepada yth

Bapak .....(nama)


Terima kasih telah menjadikan PT Bank CIMB Niaga sebagai mitra perbankan Bapak.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dengan nomor laporan CBDNC040423002xxx, kami informasikan saat ini Bapak sudah di take out dari Tim Telesales kami.


Hormat kami,

PT Bank CIMB Niaga Tbk


Hal penting yang tidak boleh dilakukan nasabah Bank

Sebagai nasabah perbankan tentu kita berharap keamanan data dan juga keamanan rekening kita. Ada hal yang perlu kita perhatikan sebagai nasabah dalam hal ini aktivitas media sosial untuk keamanan rekening kita yaitu Curhat di Medsos.

Jangan Pernah Mengungah atau Curhat di Media Sosial yang berkaitan dengan layanan perbankan. Ketika kamu dihadapkan pada permasalahan perbankan, jangan pernah sekalipun untuk "curhat" atau update status di media sosial manapun.

Kenapa tidak boleh curhat soal perbankan atau keuangan di media sosial?

Karena ini berkaitan dengan keamanan rekening. Ketika kamu curhat / komplain di media sosial maka akan ada "customer service palsu" yang akan menghubungimu, baik itu melalui komentar atau DM (Direct Messege). Mereka akan memanfaatkan atau mengelebui kita, hal ini tentu akan sangat beresiko terhadap saldo rekeningmu, apalagi jika kamu sampai mengikuti instruksi yang merek minta.


Seperti itulah tips untuk berhenti dihubungi Telemarketing atau Telesales bank atau asuransi.

Sekiranya telemarketing yang dilakukan oleh perbankan sudah membuat kamu kesal dan merasa terganggu, jangan ragu untuk melakukan komplain agar kamu tidak lagi dihubungi telemarketing.

Bagaimana dengan kamu? Pernahkan kamu ditelpon telemarketing CIMB Niaga atau bank lain setiap saat?

Tulis komentarmu di bawah.

Semoga bermanfaat!



Post a Comment for "Cara Menghentikan Telemarketing Bank yang Mengganggu"